Manager Humas Daop 3 Cirebon Muhibbuddin menyampaikan bahwa aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api. Peran strategis ini terlihat dari padatnya layanan kereta api yang melayani naik turun pelanggan di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan.
Selama periode Nataru, dalam satu hari operasional tercatat sebanyak 126 perjalanan kereta api reguler dan 34 perjalanan kereta api tambahan yang melayani naik turun pelanggan di kedua stasiun tersebut. Sebanyak 34 perjalanan kereta api tambahan tersebut mencakup layanan penumpang Motis Nataru, yang mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi kendaraan roda dua antarwilayah.
“Cirebon memiliki peran khas karena menghubungkan jalur utara seperti Jakarta dan Semarang dengan jalur selatan menuju Purwokerto dan Yogyakarta. Posisi ini membuat Cirebon menjadi titik transit penting bagi pelanggan yang melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah,” ujar Muhibbuddin .
Berdasarkan data Angkutan Nataru Daerah Operasi 3 Cirebon volume pelanggan secara kumulatif pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 276.816 pelanggan, terdiri atas 137.387 pelanggan naik dan 139.429 pelanggan turun.
Muhibbuddin menambahkan di Wilayah Daop 3 puncak lonjakan pelanggan pertama pada masa Nataru terjadi pada 28 Desember 2025 dengan melayani pelanggan 18.436 orang . Sementara itu puncak lonjakan kedua arus balik terjadi pada 4 januari 2026 , dengan jumlah pelanggan sebanyak 18.691 orang.
Tingginya mobilitas tersebut sejalan dengan capaian penjualan tiket di wilayah Daop 3 Cirebon. Dari kapasitas 74.988 tempat duduk, tiket yang terjual mencapai 81.266 tiket atau setara 110 persen. Tingkat keterisian ini dipengaruhi oleh pola perjalanan pelanggan yang dinamis, dengan naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang rute perjalanan.
“Selama 18 hari masa Angkutan Nataru 2025/2026 Daop 3 Cirebon menjalankan sebanyak 2.906 KA. Semua operasional perjalanan KA selama masa Angkutan Nataru berjalan aman, lancar, tidak ada hambatan atau zero accident. Ini terbukti dengan capaian kinerja On Time Performane (OTP) perjalanan KA untuk ketepatan keberangkatan KA tercapai 100 % dan untuk ketepatan kedatangan KA tercapai 97.17 % ” terang Muhib.
Peningkatan OTP lebih dari sekadar angka, tetapi bagian dari upaya menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pelanggan. “Ketepatan waktu adalah bentuk penghargaan kami terhadap waktu para pelanggan,” tutur Muhib.
Untuk mengakomodir tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api, PT KAI Daop 3 Cirebon menjalankan KA tambahan Cirebon Fakultatif Lebaran dari tanggal 18 Desember 2025 sampai dengan 4 Januari 2026.
Selama masa Angkutan Nataru 2025/2026 terdapat lima stasiun di wilayah Daop 3 Cirebon yang melayani pelanggan tertinggi yaitu Stasiun Cirebon melayani sebanyak 115.981 pelanggan, Stasiun Cirebonprujakan melayani sebanyak 45.689 pelanggan, Stasiun Jatibarang melayani 37.260 pelanggan, Stasiun Brebes melayani 28.422 pelanggan dan Stasiun Haurgeulis melayani 18.982 pelanggan.
Muhibbuddin menyampaikan KAI Daop 3 Cirebon mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat mulai dari Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, TNI, Polri, BMKG, Pemerintah Daerah, Komunitas Pecinta KA di wilayah Cirebon, Indramayu dan Brebes serta pihak-pihak lainnya yang telah mendukung kelancaran pelaksanaan Angkutan Nataru 2025/2026 2025 ini.
Lebih lanjut Muhibbuddin menjelaskan, KAI Daop 3 Cirebon juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelanggan setia yang telah memilih moda transportasi kereta api sebagai sarana liburan Nataru. Kepercayaan masyarakat menjadi motivasi bagi KAI untuk terus meningkatkan pelayanan.
"Sejalan dengan visi menggerakkan transportasi berkelanjutan, meningkatkan kualitas hidup masyarakat. KAI akan terus menghadirkan inovasi dan peningkatan layanan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang dinamis dan beragam. Kami akan terus konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan KA, agar kereta api tetap menjadi moda transportasi andalan yang aman, nyaman, selamat, dan sehat,” tutup Muhib.

Posting Komentar